LPDP Groningen EmblemLPDP Groningen Emblem
LPDPGroningen
LPDP Groningen EmblemLPDP Groningen Emblem
LPDPGroningen
  • Komunitas

    Komunitas

    • Tentang Kami

      Kisah, tujuan, dan visi kebersamaan kami

    • Dampak & Kilasan Tahunan

      Refleksi kegiatan, capaian & jejak kelurahan

    • Mengapa Groningen

      Studi, riset, dan dinamika hidup di Groningen

    Tim & Tata Kelola

    • Tim & Struktur

      Koordinator dan pengurus aktif kelurahan

    • Cara Kerja Kami

      Struktur peran dan ritme kerja kelurahan

    • Pedoman Komunitas

      Nilai saling jaga, etika, privasi & kebersamaan

    • Dokumen & Transparansi

      LPJ publik, panduan bersama & rilis resmi

    Bergabung & Kesejahteraan

    • Mitra & Ekosistem

      Sinergi kampus RUG, Hanze, PPI, dan KBRI

    • Dukungan & Kesejahteraan

      Temukan jalur dukungan, panduan, dan bantuan yang sesuai

    • Hubungi Kami

      Pertanyaan, saran, dan saluran komunikasi resmi

    Bergabung dengan Komunitas

    Bergabung dengan Komunitas

    Ada ruang untuk kontribusimu. Bangun LPDP Groningen bersama.

    Lihat Cara Bergabung→
  • Awardee

    Direktori & Keahlian

    • Direktori AwardeeTemukan awardee berdasarkan studi, bidang & keahlian
    • Bidang Keahlian & RisetJelajahi expertise komunitas
    • Awardee BaruKenali anggota yang baru bergabung

    Kolaborasi & Riset

    • Cari KolaboratorTemukan rekan berdasarkan topik & keahlian
    • Ajukan KolaborasiBuka peluang riset, tulisan atau proyek bersama
    • Klaster Minat & RisetTemukan awardee dengan minat yang beririsan

    Publikasi & Karya

    • Publikasi IlmiahJurnal, prosiding & DOI
    • Proyek & KaryaRiset, inovasi & karya awardee
    • Sorotan Riset & KaryaPilihan karya dari komunitas

    Sorotan Awardee

    Hilal

    Hilal

    PhD · Pendidikan Sains

    University of Groningen — Riset: Pemanfaatan AI untuk Edukasi Sains di Daerah 3T Indonesia.

    Terbuka untuk KolaborasiTerbuka untuk Diskusi RisetTerbuka untuk Berbagi Pengalaman
    Kenali sesama awardee→
  • Alumni

    Jejaring Alumni

    • Direktori Alumni

      Temukan alumni berdasarkan angkatan, bidang & lokasi

    Berbagi & Berkontribusi

    • Perjalanan & Berbagi Pengalaman

      Cerita studi, karier, dan transisi para alumni

    • Kolaborasi dengan Alumni

      Riset, profesional, komunitas & proyek bersama

    • Bagikan Kabar Alumni

      Kirim karya, pencapaian, peran baru, atau kontribusi untuk ditinjau

    Jejak & Dampak

    • Jejak Kontribusi Alumni

      Bidang, sektor dan bentuk kontribusi alumni

    KABAR ALUMNI

    Ada pencapaian yang belum tercatat?

    Bagikan kabar alumni untuk ditinjau sebelum ditampilkan di kanal publik komunitas.

    Bagikan Kabar→
  • Panduan Groningen

    Kedatangan & Administrasi

    • Sebelum TibaPersiapan keberangkatan, visa, dan berkas penting
    • IND, Visa & Izin TinggalMVV, residence permit, biometrik & perpanjangan
    • Gemeente, BSN & DigiDPendaftaran kependudukan, BSN & aktivasi DigiD
    • Panduan 30 Hari PertamaChecklist hari 1–3, minggu 1–2, dan bulan pertama
    • Hunian, Sewa & Hak PenyewaMencari kamar, sewa aman, kontrak & hak penyewa
    • Kesehatan & AsuransiDokter keluarga (Huisarts) dan klaim asuransi
    • Formulir & Dokumen UnduhanFormat surat, berkas kelurahan, dan panduan PDF
    NL
    Kamus Istilah BelandaBSN, DigiD, Huurtoeslag & Huisarts
    →

    Keseharian di Groningen

    • Sepeda & Lalu LintasBeli/sewa sepeda, aturan bersepeda, kunci & jalur aman
    • Transportasi & PerjalananKereta NS, bus kota, kartu OVpay, dan bandara
    • Belanja & Kebutuhan HarianPasar Vismarkt, supermarket, toko bumbu Asia
    • Biaya Hidup, Bank & ToeslagenManajemen uang saku, perbankan, dan subsidi sewa
    • Kerja, Internship & PajakAturan kerja, internship, izin TWV & pajak
    • Budaya Studi & RisetSistem blok studi, ujian, tesis & etika akademik
    • Jelajah Kota GroningenTaman, museum, kafe, olahraga & destinasi santai
    112
    Kontak Darurat & FAQ112, Huisarts, Polisi & Bantuan Penting
    →
    Panduan 30 Hari Pertama
    Baru Tiba di Groningen?

    Panduan 30 Hari Pertama

    Panduan langkah demi langkah selamat dan nyaman di Groningen.

    Buka Panduan Tiba →
    Housing Guide
    Panduan Kritis

    Panduan Hunian & Sewa

    Kamernet, SSH, kontrak legal & cegah penipuan sewa.

    Simpan panduan ini →
  • Program & Agenda

    Orientasi & Transisi

    • Welcoming Gathering 2026

      Temu awal awardee baru dan keluarga LPDP Groningen

    • Groningen Starter Session

      Orientasi komunitas, kanal informasi, jejaring, dan rujukan awal

    • Buddy Groningen

      Pendampingan awal sesama awardee yang sedang disiapkan

    • Master Starter

      Peer session memulai studi dan mengenal sistem akademik

    • PhD Welcome Coffee

      Ruang santai untuk peneliti doktoral baru

    Akademik, Riset & Karier

    • Lingkar Tesis & Riset

      Forum rutin progres tesis, metodologi & riset

    • Research Night 2027

      Panggung tahunan karya, riset & gagasan awardee

    • Bincang Ilmiah Terbuka

      Diskusi komunitas tentang riset, gagasan, dan isu lintas disiplin

    • Alumni Talks

      Pengalaman transisi setelah studi, karier, dan pilihan berikutnya

    Jalur Riset AwardeeDari diskusi rutin, peer feedback, hingga berbagi karya di Research Night.

    Agenda & Partisipasi

    • Agenda Terdekat

      Program berikutnya, tanggal & pendaftaran

    • Temu Groningen

      Pertemuan komunitas, jejaring & kebersamaan

    • Volunteer Acara & Proyek

      Bantu satu kegiatan atau proyek tanpa menjadi pengurus

    Estafet AwardeeMenjaga kesinambungan: mereka yang lebih dulu tiba membantu yang baru datang.
    PROGRAMS 2026–2027Portfolio Kegiatan Terstruktur LPDP Groningen
    Kalender Seluruh Program→Punya Ide? Bantu Membangunnya→
  • Warta & Opini

    Warta & Opini

    Lihat Semua →
    • Berita & Update KomunitasKabar, capaian & perkembangan LPDP Groningen
    • Informasi Resmi KelurahanPengumuman, korespondensi & informasi dari sumber resmi
    • Tulisan & Opini AwardeePerspektif, refleksi, dan pengalaman sesama awardee
    • Cerita dari GroningenKota, budaya, pengalaman & kehidupan yang dialami
    • Alumni & DampakPerjalanan setelah studi dan kontribusi alumni

    Artikel Pilihan

    Welcoming Awardee 2026Berita & Kegiatan

    Welcoming Awardee 2026

    Membangun sinergi, menjaga kehangatan keluarga di perantauan.

LPDP Groningen EmblemLPDP Groningen Emblem
LPDPGroningen
    • Tentang Kami
    • Dampak & Kilasan Tahunan
    • Mengapa Groningen
    • Tim & Struktur
    • Cara Kerja Kami
    • Pedoman Komunitas
    • Dokumen & Transparansi
    • Mitra & Ekosistem
    • Dukungan & Kesejahteraan
    • Hubungi Kami
    • Direktori Awardee
    • Bidang Keahlian & Riset
    • Awardee Baru
    • Cari Kolaborator
    • Ajukan Kolaborasi
    • Klaster Minat & Riset
    • Publikasi Ilmiah
    • Proyek & Karya
    • Sorotan Riset & Karya
    • Direktori Alumni
    • Perjalanan & Berbagi Pengalaman
    • Kolaborasi dengan Alumni
    • Bagikan Kabar Alumni
    • Jejak Kontribusi Alumni
    • Sebelum Tiba
    • IND, Visa & Izin Tinggal
    • Gemeente, BSN & DigiD
    • Panduan 30 Hari Pertama
    • Hunian, Sewa & Hak Penyewa
    • Kesehatan & Asuransi
    • Formulir & Dokumen Unduhan
    • Sepeda & Lalu Lintas
    • Transportasi & Perjalanan
    • Belanja & Kebutuhan Harian
    • Biaya Hidup, Bank & Toeslagen
    • Kerja, Internship & Pajak
    • Budaya Studi & Riset
    • Jelajah Kota Groningen
    • Kamus Istilah Belanda
    • Kontak Darurat & FAQ
    • Welcoming Gathering 2026
    • Klinik Adaptasi Newcomer
    • Buddy Groningen
    • Master Starter
    • PhD Welcome Coffee
    • Lingkar Tesis & Riset
    • Research Night 2027
    • Bincang Ilmiah Terbuka
    • Career & Alumni Talks
    • Agenda Terdekat
    • Temu Groningen
    • Volunteer Acara & Proyek
    • Berita & Update Komunitas
    • Informasi Resmi Kelurahan
    • Tulisan & Opini Awardee
    • Cerita dari Groningen
    • Alumni & Dampak
GroninGeld
  1. Beranda
  2. /Warta & Opini
  3. /Tulisan & Opini Awardee
  4. /Belajar dari Groningen Tanpa Mengidealkan Groningen
TULISAN & OPINI AWARDEE

Belajar dari Groningen Tanpa Mengidealkan Groningen

Groningen menawarkan banyak hal yang patut dipelajari, tetapi belajar dengan serius juga berarti melihat keterbatasan, biaya, dan persoalan yang hidup berdampingan dengan kelebihannya.

Belajar dari Groningen Tanpa Mengidealkan Groningen
Muhammad Hilal Sudarbi · Awardee PhD, University of Groningen26 September 20268 menit baca
Catatan editorial. Tulisan ini memuat pandangan dan refleksi penulis, bukan pernyataan resmi LPDP maupun LPDP Groningen. Fakta yang dapat diverifikasi dirujuk pada sumber publik di dalam tulisan.

Groningen mudah disukai.

Kotanya relatif kompak. Sepeda ada di mana-mana. Pusat kota dapat dijelajahi dengan berjalan kaki. Kampus, perpustakaan, taman, pasar, stasiun, dan ruang pertemuan terasa dekat satu sama lain.

Bagi seseorang yang datang dari Indonesia, pengalaman itu dapat terasa seperti melihat gambaran kota yang sudah selesai.

Padahal kota tidak pernah selesai.

Dan Groningen tidak terkecuali.

Belajar dengan kagum, menilai dengan tenang.


Kekuatan yang terlihat memang nyata

Tidak perlu menyangkal hal-hal yang bekerja dengan baik.

Pemerintah Kota Groningen secara eksplisit menyatakan ingin memberi lebih banyak ruang bagi penghijauan, pertemuan, berjalan kaki, bersepeda, dan bermain. Dalam kebijakan mobilitasnya, kualitas ruang publik ditempatkan lebih tinggi daripada dominasi mobil.

Bagi warga, orientasi seperti itu terasa dalam pengalaman sehari-hari.

Banyak perjalanan pendek dapat dilakukan dengan sepeda.

Ruang kota tidak selalu meminta kita membawa kendaraan bermotor.

Berjalan kaki bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi bagian dari sistem mobilitas.

Groningen Bereikbaar menyebut sekitar 60% perjalanan di dalam kota dilakukan dengan sepeda. Angka itu membantu menjelaskan mengapa sepeda terasa seperti bagian dari struktur kota, bukan aksesori gaya hidup.

Hal seperti ini layak dipelajari.

Tetapi belajar akan menjadi dangkal jika kita berhenti pada rasa kagum.


Kota sepeda juga harus mengatur terlalu banyak sepeda

Keberhasilan menciptakan kota bersepeda melahirkan persoalan baru.

Pemerintah Groningen mengatur parkir sepeda di pusat kota dan sekitar stasiun. Sepeda yang diparkir tidak sesuai aturan dapat dipindahkan. Pemerintah juga terus menambah dan menata kapasitas parkir karena jumlah sepeda dapat mengganggu akses pejalan kaki dan kualitas ruang publik.

Ini pelajaran yang penting: setiap kebijakan menghasilkan konsekuensi lanjutan.

Lebih banyak sepeda membutuhkan lebih banyak parkir.

Lebih banyak ruang bagi pejalan kaki memerlukan negosiasi dengan kebutuhan kendaraan lain.

Pusat kota yang hidup memerlukan pengaturan logistik, aksesibilitas, dan keselamatan.

Dengan kata lain, bahkan praktik yang sering dipuji pun tetap membutuhkan koreksi.


Kota mahasiswa juga menghadapi persoalan hunian

Hal lain yang mudah hilang dalam narasi ideal adalah perumahan.

University of Groningen secara terbuka mengingatkan mahasiswa untuk mencari hunian sedini mungkin. Universitas menyatakan tidak menyediakan akomodasi bagi seluruh mahasiswa dan menyarankan mahasiswa yang mulai studi pada September untuk berusaha memperoleh tempat tinggal sebelum 1 Agustus.

Pada periode kedatangan tertentu, tingginya permintaan bahkan mendorong universitas, organisasi mahasiswa, dan pemerintah kota bekerja bersama menyediakan akomodasi sementara.

Bagi awardee internasional, persoalan ini bukan catatan kaki.

Hunian menentukan biaya hidup, rasa aman, waktu perjalanan, kemampuan beradaptasi, bahkan kualitas awal pengalaman akademik.

Karena itu, mengatakan “Groningen adalah kota mahasiswa yang nyaman” tanpa membicarakan tekanan hunian akan menghasilkan gambaran yang tidak lengkap.

Dokumen komunitas LPDP Groningen sendiri menempatkan mitigasi adaptasi awal dan persoalan hunian sebagai salah satu alasan perlunya pendampingan awardee baru di Belanda. fileciteturn0file0L14-L20


Tidak mengidealkan berarti melihat mekanisme dan batasnya

Ada perbedaan antara apresiasi dan idealisasi.

Apresiasi mengatakan: ini bekerja dengan baik, mari pahami sebabnya.

Idealisasi mengatakan: ini bekerja dengan baik, maka tempat ini pasti lebih baik secara keseluruhan.

Perbedaan itu penting.

Sebuah jalur sepeda dapat sangat baik tanpa menjadikan semua kebijakan kota sempurna.

Sistem administrasi dapat terasa teratur tanpa berarti semua orang mengalami sistem dengan cara yang sama.

Universitas dapat menawarkan lingkungan akademik kuat sambil tetap berada di kota yang menghadapi tekanan perumahan.

Melihat dua sisi sekaligus bukan sikap sinis.

Justru itulah cara belajar dengan lebih serius.


Groningen sebagai laboratorium pertanyaan

Saya semakin menyukai gagasan bahwa kota tempat belajar bukanlah katalog solusi.

Ia adalah laboratorium pertanyaan.

Mengapa orang memilih bersepeda?

Bagaimana kota membagi ruang yang terbatas?

Apa yang terjadi ketika sebuah kebijakan berhasil terlalu baik?

Bagaimana institusi merespons kekurangan hunian?

Bagaimana mahasiswa internasional beradaptasi ketika sistem yang tampak rapi tetap memiliki celah?

Pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berguna daripada membuat daftar “hal yang harus ditiru Indonesia”.

Karena ketika pulang, kita tidak akan menemukan Groningen dalam ukuran yang lebih besar.

Kita akan menemukan Indonesia—dengan skala, keragaman, kemampuan, sejarah, dan persoalannya sendiri.


Belajar tanpa menjadikan tempat belajar sebagai mitos

Mungkin salah satu bentuk kedewasaan dari belajar di luar negeri adalah mampu menyukai sebuah tempat tanpa menjadikannya mitos.

Kita dapat menikmati Groningen.

Kita dapat belajar dari kebijakan ruang publiknya.

Kita dapat mengagumi budaya bersepedanya.

Kita dapat mengakui persoalan hunian, biaya, akses, dan keterbatasannya.

Semua itu dapat benar pada saat yang sama.

Bagi saya, justru dari pandangan yang tidak sempurna itulah pelajaran menjadi lebih berguna.

Karena Indonesia tidak membutuhkan cerita bahwa ada tempat lain yang sudah menemukan semua jawabannya.

Indonesia membutuhkan orang-orang yang mampu melihat praktik baik dengan jernih, memahami syaratnya, mengenali batasnya, lalu menerjemahkan pembelajaran itu dengan rendah hati.

Mengagumi tanpa meninggikan, mempelajari tanpa menyalin.


Catatan sumber

Fakta kontekstual dalam tulisan ini merujuk pada:

  • Gemeente Groningen — Mobiliteitsbeleid, mengenai arah kebijakan mobilitas dan ruang publik.
  • Gemeente Groningen — Bicycle parking, mengenai aturan parkir sepeda di pusat kota dan area stasiun.
  • University of Groningen — Accommodation, mengenai tanggung jawab mahasiswa mencari hunian dan anjuran memulai pencarian lebih awal.
  • University of Groningen — Peak-arrival accommodation, mengenai akomodasi sementara pada periode kedatangan dengan permintaan tinggi.

Tulisan ini merupakan refleksi penulis. Groningen digunakan sebagai kasus pengalaman belajar, bukan sebagai tolok ukur tunggal bagi kota atau masyarakat lain.

Kebersamaan awardee LPDP Groningen

KIRIM TULISAN & OPINI

Punya pengalaman atau gagasan untuk dibagikan?

Kirim tulisan reflektif, pengalaman studi, atau opini yang relevan bagi komunitas awardee di Groningen untuk ditinjau sebelum publikasi.

Kirim Tulisan & Opini→
LPDP Groningen EmblemLPDP Groningen Emblem
LPDPGroningen

Merawat perjumpaan, meneruskan pengalaman.

Ruang temu cendekia LPDP di Groningen—bernaung dalam kebersamaan, bertumbuh dalam keilmuan, dan menautkan langkah bagi Indonesia.

Instagram
LinkedIn
YouTube

Komunitas

  • Tentang Kami
  • Visi & Nilai
  • Struktur Pengurus
  • Hubungi Kami

Panduan Groningen

  • Akomodasi & Kedatangan
  • Biaya Hidup & Finansial
  • Kesehatan & Huisarts
  • Transportasi & Sepeda

Program & Agenda

  • Kalender Program
  • Welcoming Gathering
  • Klinik 30 Hari Tiba
  • Riset & Karya Ilmiah

Warta & Riset

  • Warta & Opini
  • Direktori Awardee
  • Publikasi Ilmiah
  • GroninGeld

© 2026 LPDP Groningen. Kelurahan Awardee LPDP di Groningen, Belanda. Seluruh informasi disajikan sebagai sarana panduan gotong royong kelurahan dan tidak menggantikan ketentuan resmi LPDP RI, perguruan tinggi, maupun instansi pemerintah terkait.

Privasi & Cookies